Tak Gendong Kemana-Mana

“Bayi jangan digendong-gendong terus, nanti bau tangan”

Pernah mendengar ungkapan seperti ini? Saat membahas hal ini dengan seorang teman, dengan nada bercanda ia berkata “Lebih baik bau tangan dari pada bau ketiak,” hi hi hi. Saya masih sering mendengar ada yang mewanti-wanti seperti ini. Maksudnya sih baik ya, kalau anak terbiasa digendong, dikhawatirkan ia tidak mau tidur kecuali ditimang-timang dulu. Selain itu juga ada yang khawatir anak jadi malas bergerak. Yah sebenarnya kalau bayi apalagi newborn maunya digendong dan ditimang-timang menurut saya wajar. Kurang lebih sembilan bulan ‘digendong’ di dalam rahim ibu yang nyaman, setelah lahir ya maunya nempel di gendongan ibu. Saat usia bertambah, frekuensi digendongnya dengan sendirinya akan berkurang. Terlebih kalau sudah bisa jalan, jangankan digendong, dituntunpun sudah tidak mau he he. Kalau sudah begini malah kangen masa-masa si kecil masih digendong dan ditimang dulu.

Sekarang Rayyaan sudah berusia 16 bulan dan alhamdulillah sudah lancar berjalan. Bukan berarti sudah tidak pernah digendong lagi sih. Kalau saat berpergian kondisinya tidak memungkinkan untuk menuntun Rayyaan, biasanya ia digendong saya atau Papanya. Terkadang saya juga menyelesaikan pekerjaan rumah sambil menggendong Rayyaan (dengan catatan anaknya sedang mau digendong he he). Sudah bermacam-macam jenis gendongan yang saya coba. Ini nih koleksi gendongan saya:

Credit Pic: KlewerFashion

Kalau melihat orang menggendong bayi atau balita dengan jarik rasanya simpel sekali ya. Kenyataannya saya masih belum terbiasa menggendong dengan jarik. Sering bolak-balik melorot dan bahu terasa pegal sampai akhirnya tidak saya gunakan lagi. Yang paling suka menggendong Rayyaan dengan jarik ya ibu saya. Tapi itu dulu saat Rayyaan masih bayi. Sekarang Rayyaan sudah terlalu besar untuk digendong Eyangti he eh.

Credit Pic: CiriCara

Gendongan jenis ini saya dapat sebagai kado. Ini versi praktisnya gendongan model samping. Saya juga sering melihat anak seumuran Rayyaan masih digendong dengan gendongan model ini. Kalau Rayyaan bagaimana? wah bisa-bisa melorot he he.

Credit Pic: LavieBabyHouse

Yang satu ini juga saya dapat sebagai kado. Menggunakannya cukup mudah. Namun gendongan ini tidak lama saya gunakan karena sebentar saja sudah terlalu sempit, Rayyaan jadi kurang leluasa bergerak. Di samping itu, jika dipakai terlalu lama bahu juga terasa kurang nyaman. Dulu saya menggunakan gendongan ini kalau berpergian dengan motor untuk jarak dekat, misalnya berbelanja ke pasar tempel dekat rumah. Eh tapi saya dibonceng ya, bukan membawa motor sendiri hi hi.

Credit Pic: Dialogue

Gendongan ini lucu dan hangat. Ini juga saya dapat sebagai kado. Sayangnya lagi-lagi saat berat badan Rayyaan bertambah, gendongan ini jadi terasa tidak nyaman. Biasanya yang jadi masalah ibu-ibu saat menggunakan gendongan semacam ini adalah bahu yang terasa pegal.

Gendongan jenis babywrap ini cukup lama saya gunakan karena nyaman di pundak dan hangat untuk Rayyaan juga untuk saya. Kalau menyusui dan tidur Rayyaan bisa ngumpet di babywrap ini. Di Bandar Lampung dan di Manado sepertinya masih agak jarang yang menggunakan gendongan ini. Mungkin sayanya saja ya yang jarang melihat ibu-ibu memakai gendongan sejenis he he. Saat di Manado terkadang ada yang menatap dengan agak heran saat saya menggendong Rayyaan dengan babywrap. Namun babywrap ini sudah jarang saya gunakan, tepatnya sejak akhir tahun lalu. Babywrap yang saya miliki memang terbuat dari bahan yang tebal, selain itu babywrap ini juga panjang. Saat berpergian saya tidak bisa melepas babywrap ini, karena agak merepotkan untuk melilitnya lagi. Saat Rayyaan makin tinggi saya juga harus dibantu suami untuk memasukkan Rayyaan ke gendongan.

CreditPic: JualBabyWrap

Inilah gendongan yang saya pakai sejak awal tahun ini. Pertimbangan membeli gendongan baru adalah karena berat badan dan tinggi Rayyaan yang semakin bertambah. Selain itu ia juga sudah bisa berjalan, jadi saya membutuhkan gendongan yang kuat, aman, nyaman namun praktis. Untuk memakai gendongan ini saya tidak perlu dibantu oleh orang lain. Singkatnya dengan gendongan ini lebih mudah untuk menggendong dan menurunkan anak. Panjang pendek talinya juga mudah disesuaikan. Gendongan ini nyaman di bahu, saya bahkan pernah menggedong Rayyaan sambil berjalan menanjak. Saat mudik Manado – Bandar Lampung berdua saja saya juga menggunakan gendongan ini. Saat Rayyaan ingin tidur dan menyusui memang lebih nyaman menggunakan baby wrap, karena dengan baby wrap saya tidak perlu memegangi kepala Rayyaan lagi. Namun di gendongan ini juga ada penutup kepala yang bisa dipakai saat anak ingin menyusui dan tidur. Supaya kepala anak tidak jatuh, setelan tali penutup kepalanya bisa dikencangkan.

Itulah koleksi gendongan bayi saya dan pengalaman saat memakainya. Bukan berarti gendongan yang satu pasti lebih baik dibanding gendongan yang lain. Soal nyaman kan bisa relatif untuk setiap orang, yang pasti harus diperhatikan adalah saat menggendong si anak nyaman dan aman. Nah kalau Mommies, gendongan mana yang jadi favorit?

Iklan

3 pemikiran pada “Tak Gendong Kemana-Mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s