Playdough yang Lengket

Walau di buku tentang permainan bayi dan balita yang saya miliki disebutkan bahwa bermain playdough ini untuk usia 2 tahun ke atas, namun melihat warna-warninya saya jadi tertarik untuk mengajak Rayyaan bermain playdough ini. Tentu saja saya belum berani memberikan Rayyaan playdough siap pakai yang bisa dibeli di toko-toko. Saya khawatir Rayyaan malah akan memakannya. Akhirnya saya buat sendiri deh playdoughnya dengan resep yang tertera di buku.

Ternyata oh ternyata, bahan-bahan untuk membuat playdough tidak tersedia lengkap di dapur saya. Terigunya terlalu sedikit dan botol garam halus saya tidak bisa dibuka. Jadilah saya membuat playdough dengan takaran semaunya. Sebelumnya, ini dia resep playdough yang asli:
1. 4 cangkir terigu
2. 2 cangkir garam
3. 2 cangkir air
4. 1 sendok teh minyak goreng
5. Pewarna makanan sesuai selera

Kalau takaran yang saya gunakan bagaimana? Saya hanya menggunakan 1 cangkir terigu, 2 sendok makan garam, 1 cangkir air, 1 sendok minyak goreng, dan 5 jenis pewarna. Kalau langkah-langkah pembuatan playdoughnya si in syaa Allah sudah tepat:
1. Campur terigu dan garam
2. Masukkan air dan minyak goreng, aduk-aduk hingga adonan mengental dan menggumpal
3. Saat adonan sudah dingin, uleni lagi dengan terigu
4. Simpan playdough dalam wadah kedap udara di dalam lemari pendingin

Beruntung saya mempunyai pewarna biru dan ungu, jadi saya bisa membuat playdough dengan 7 macam warna. Sayang memang kalau dipegang masih terasa lengket, menguleninyapun jadi agak susah. Alhasil, playdoughnya jadi tidak cantik baik dari segi tekstur dan warnanya. Warnanya agak kurang merata. Walaupun begitu, Rayyaan tetap saya ajak bermain dengan playdough itu meski baru 3 adonan warna yang saya gunakan. Sebagai pelengkapnya, saya berikan cetakan puding dan cetakan kue kering serta garpu untuk Rayyaan mainkan. Kalau untuk mencetak playdoughnya sendiri ia memang belum bisa. Namun ia senang menekan-nekan playdoughnya, terutama dengan garpu. Ia juga senang meletakkan beberapa gumpalan playdough yang saya buat ke cetakan puding.

Manfaat bermain playdough itu apa ya? Ternyata bermain playdough bisa mengasah motorik halus, menstimulasi imajinasi, apa yang akan dibuat dan bagaimana cara membuatnya, juga melatih koordinasi tangan dan mata. Selain itu, playdough juga bisa untuk belajar tentang warna. Playdough lengketnya Mama Rayyaan juga bisa digunakan untuk mengenal tekstur hi hi, maksa ya.

Nah, puas menekan-nekan playdough dengan garpu dan tangan, serta memindah-mindahkan playdough dari alas kue ke cetakan puding, akhirnya Rayyaan berhenti main. Mungkin tangannya sudah terasa lengket karena playdoughnya he he. Playdough ini juga sempat mau di hap-hap oleh Rayyaan. Berhubung ada garpu, dia jadi ‘latah’ ingin memasukkan playdoughnya ke mulut hi hi. Ini bukan makanan ya, Nak he he. Jadi terbayang apabila suatu saat saya berhasil membuat playdough dengan takaran bahan yang benar lalu Rayyaan iseng mencicipi adonannya, pasti asin sekali ya ha ha.

Sumber:
Seri AyahBunda – 100 Permainan yang Mencerdaskan Bayi dan Balita

Iklan

3 pemikiran pada “Playdough yang Lengket

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s