Memuliakan Tamu

tamu

Credit Pic: M. Haqqi Riyansyah

Alva senang sekali karena hari ini hari Sabtu. Setiap hari Sabtu, ia dan Kak Adela pulang sekolah lebih cepat sementara Ayah libur bekerja pada hari Sabtu. Ayah sudah berjanji pada hari Sabtu sore ini, ia akan mengajak Alva, Ibu dan Kak Adela pergi ke pusat perbelanjaan. Kak Adela butuh sepatu baru sementara Alva ingin bermain di playland.

Saat masih di sekolah Alva sudah begitu bersemangat tentang rencana Sabtu sore ini. Pulang sekolah ia segera sholat dan makan siang lalu pergi tidur agar sorenya bisa bermain dengan lebih segar. Pukul 3 sore Alva bangun tidur siang, Alva segera mandi sore karena sehabis Ashar mereka akan berangkat ke pusat perbelanjaan. Selesai mandi Alva mendengar sayup-sayup ada suara orang mengobrol di ruang tamu.

“Permisi Alva, numpang lewat dong,” ucap Kak Adela tiba-tiba. Saat Alva menoleh, ia melihat Kak Adela sedang membawa nampan berisi beberapa cangkir teh dan sepiring kue bolu.

Saat Kak Adela selesai menyuguhkan makanan dan minuman kepada para tamu, Alva bertanya “Siapa sih mereka, Kak?”

“Teman Ayah saat kuliah dulu dan keluarganya. Mereka sedang lewat jalan rumah kita kemudian mampi ke mari.” jawab Kak Adela.

“Huh, kenapa si mampirnya harus sekarang? Kita kan mau pergi.” ucap Alva bersungut-sungut.

“Eh kamu kok begitu sih, Alva? Perginya kan masih bisa besok.” tegur Kak Adela.

“Iya tapi kita kan rencananya pergi hari ini, Kak. Tamunya disuruh pulang dong.” Alva mulai merajuk.

“Sst Alva jangan begitu dong, masa tamunya mau diusir.” ucap Kak Adela lagi.

“Ada apa ini? Eh Alva kok belum ke ruang tamu? Ayo temui temannya Ayah dulu tuh. Namanya Om Darwin. Anaknya seumuran Alva lho.” kata Ibu yang masuk ke ruang makan untuk mengambil tisu.

“Alva nggak mau, Bu. Alva mau pergi sekarang. Kok tamunya nggak pulang-pulang sih?” ucap Alva masih merajuk.

“Va, kan kita sedang ada tamu. Besok kan masih libur, kita masih bisa pergi besok.” bujuk Ibu.

“Iya, Va. Sekarang main dulu sama anaknya Om Darwin. Siapa tadi namanya, Bu?” Kak Adela ikut membujuk Alva.

“Namanya Farid, kelas 4 SD juga, sama-sama hobi bermain sepakbola seperti Alva.” jawab Ibu.

“Iya, deh. Alva mau main dulu sama Farid.” jawab Alva akhirnya.

“Itu baru adik Kak Adela yang sholeh karena patuh sama Ibu dan memuliakan tamu.” puji Kak Adela sementara Alva tersenyum malu-malu.

“Nah Alva, yuk sekarang kenalan sama Om Darwin dan keluarganya lalu ajak Farid bermain.” ucap Ibu.

“Iya, Bu.” Alva lalu mengikuti Ibu ke ruang tamu. Tak lama kemudian ia sudah asyik bermain sepakbola dengan Farid. Ternyata bermain dengan Farid sangat menyenangkan. Alva dan Farid mudah akrab. Ayah dan Om Darwin bahkan setuju untuk mengajak Alva dan Farid ke pusat perbelanjaan untuk bermain bersama-sama lagi keesokan harinya. Alva senang karena ia mendapat teman baru.

“… barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (H.R. Bukhari Muslim)

Iklan

12 pemikiran pada “Memuliakan Tamu

    • Aku nulis cerpen baru 3 biji Mbak, boro-boro punya buku, not yet he he… Semoga suatu hari punya buku kumpulan cerpen anak sendiri. Aamiin… Aku juga belum pernah nyoba sih kirim ke media, sementara masih dipost di sini & di share ke komunitas menulis, begitu he he…

  1. Kalau ada tamu harus janjian dulu karena rumah sering kosong. Tapi jaman sekarang sering paranoid juga terima tamu, banyak orang jahat. Kalau tidak akrab sekali, saya terima di teras.

  2. Memuliakan tamu dlm islam sgt dianjurkan plus berpahala jg…ingat kisah2 pr sahabat Rosul dlm memuliakan tamu sesui perintah Rosul yg byk diceritakan dlm hadist2…semoga kita selalu menjadi tuan rumah yang baik ya mak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s