Ini Eyangku

Tinggal merantau jauh dari kampung halaman membuat saya dan keluarga tidak bisa sering-sering bertemu. Rindu? Sudah pasti. Orang tua kami tentu saja tidak kalah rindunya. Sebagai pengobat rindu biasanya saya mengirim foto-foto Rayyaan si bujang kecil lewat Blackberry Messenger. Orang tua saya kadang khawatir Rayyaan akan lupa pada mereka. Saya yakin in syaa Allah Rayyaan tidak akan lupa. Saat bayi dulu Rayyaan sempat berjauhan dengan Papanya, usia 8 bulan barulah saya dan Rayyaan menyusul ke Manado. Nyatanya walau sebelumnya jarang bertemu, Rayyaan tidak lupa pada Papanya.

Saat dulu berjauhan dengan Papa, Rayyaan sering memandang foto pernikahan saya dan Papanya yang tergantung di dinding. Mungkin karena faktor terbiasa melihat fotonya itulah yang juga membuat Rayyaan selalu ingat Papanya. Karena itu, selain setiap hari menelepon Eyangnya, sesekali saya juga menunjukkan foto-foto Eyangnya pada Rayyaan. Menurut buku yang saya baca, melihat-lihat album foto bisa melatih memori anak secara visual dan bisa membantunya berani bersosialisasi dan menghadapi orang lain.

Di album foto yang kami miliki selain ada foto-foto Eyang juga banyak foto-foto Rayyaan saat masih bayi dulu. Lucunya, ternyata Rayyaan mengenali itu dirinya saat masih kecil. Ia terlihat gemas melihat foto-fotonya, tersenyum-senyum, bahkan mencium fotonya sendiri. Selain itu ia juga tersenyum melihat fotonya saat masih bayi sedang digendong oleh Eyangnya.

Agar lebih menyenangkan, ternyata aktivitas melihat album foto ini ternyata bisa dimodifikasi lho. Foto-foto anak saat ini dan masih bayi dulu, foto ayah dan ibu juga foto para eyang bisa ditempel di dinding menggunakan tack it. Kemudian kita bisa bertanya pada si kecil “Mama mana ya?” dan seterusnya, lalu bertepuk tangan atau bersorak agar si kecil bangga saat bisa menjawab dengan benar. Untuk yang satu ini saya memang belum mencobanya. Sepertinya saya harus mencetak dulu beberapa foto khusus untuk permainan ini, karena bisa jadi Rayyaan tiba-tiba gemas dan meremas-remas fotonya he he.

Sumber:
Seri AyahBunda – 100 Permainan yang Mencerdaskan Bayi dan Balita

Iklan

9 pemikiran pada “Ini Eyangku

  1. mak heni,, ide yang bagus mak.. kami juga tinggal jauh dengan mertua, komunikasi yang terbangun saat ini antara ompung dengan cucunya hanya lewat hp.. membaca tulisan mak heni, saya jadi pengen juga buat album keluarga untuk anak saya.. πŸ™‚

    • Iya Mak. Pengalaman pas Rayyaan jauh dari Papanya, sedikit banyak foto pernikahan saya & Papanya yang tergantung di dinding membuatnya familier dengan wajah Papanya meski jauh. Semoga dengan sering2 mendengar suara Eyangnya, juga melihat fotonya, Rayyaan nggak lupa sama Eyang.

    • Iya Mak. Nggak bisa sehari tanpa gadget. Awalnya orang tua yang terbiasa pegang HP hanya untuk SMS/telp sempat ngomel karena buat mereka BBM itu ribet hi hi, sekarang malah nagih foto & video terus πŸ˜€

    • Makasi Mak he he. Iya, foto numpuk di laptop dan banyak yang nggak dicetak, terakhir nyetak foto sudah lama sekali, pas Rayyaan ntah baru berapa bulan, sekali nyetak langsung buanyak he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s