Kejujuran Membawa Kebaikan

cute-pink-alice-in-wonderland-pencil-case-161186-3

Credit Pic: kawaii.kawaii.at

Pagi itu seperti biasanya Aulia berangkat ke sekolah dengan gembira. Sesampainya di sekolah, ia segera menyimpan tasnya di laci meja. Saat memasukkan tas ke laci meja, tiba-tiba tanggannya menyentuh sesuatu. Auliapun mengambilnya, dan ternyata ia menemukan sebuah kotak pensil yang lucu. Sepertinya itu milik anak yang juga duduk di kursi yang sama dengan Aulia, hanya anak itu masuk sekolah di siang hari.

Kotak pensil itu berwarna pink dengan hiasan pita. Saat Aulia membukanya, ternyata kotak pensil itu berisi alat tulis-menulis yang lucu-lucu. Ada pena dalam beberapa warna, penggaris bergambar tokoh kartun, demikian pula pensil dan penghapusnya.
Aulia lalu memandang ke sekeliling kelas. Saat itu kelas masih sepi, hanya ada dua orang teman sekelasnya yang duduk di barisan belakang sedang mengobrol dengan asyik. Mereka tidak memperhatikan Aulia. Aulia lalu diam-diam memasukkan kotak pensil itu ke dalam tasnya.

Beberapa saat kemudian teman-temannya mulai ramai berdatangan, bel sekolah berbunyi dan gurupun datang untuk memulai pelajaran. Saat mencatat, Aulia menggunakan salah satu pena berwarna yang ada di dalam kotak pensil itu.

“Hei, Aulia. Itu pena baru ya? Aku belum pernah melihatnya.” kata Jihan yang duduk di dekatnya. Aulia hanya tersenyum.

Akhirnya pelajaran hari itupun berakhir. Diam-diam Aulia merasa bimbang, apakah ia akan mengembalikan kotak pensil itu atau tidak. Kalau tidak ia kembalikan, si pemilik kotak pensil itu pasti kebingungan. Namun, godaan untuk membawa kotak pensil yang lucu itu amatlah besar.

“Aulia, kamu tidak pulang? Ibumu sudah menjemput tuh.” kata Jihan mengingatkan.

“Iya, aku mau pulang sekarang.” jawab Aulia.

Sesampainya di rumah, di dalam kamarnya Aulia mengeluarkan kotak pensil itu. Ia lalu menggunakan pena warna-warninya untuk menggambar. Tiba-tiba ibu masuk ke kamarnya.

“Aulia tadi membeli pena baru di sekolah?” tanya ibu.

Aulia terkejut dan selama beberapa saat ia hanya diam. “Tidak, Bu.” jawab Aulia akhirnya.

“Lho, itu kotak pensil siapa? Ibu belum pernah melihatnya.” tanya ibu lagi.

Aulia terdiam lagi. Ia takut ibunya marah kalau ia menceritakan yang sebenarnya.

“Aulia, jawab Ibu, Nak. Itu kotak pensil milik siapa, Sayang?” tanya ibu.

Aulia akhirnya bercerita bagaimana ia menemukan kotak pensil itu di sekolah dan membawanya pulang. Saat bercerita ia terus menunduk ketakutan.

Ibu menghela nafas, namun berusaha menasehati Aulia dengan lembut. “Aulia, besok kembalikan ya kotak pensil itu kepada pemiliknya. Atau Aulia titipkan ke ibu guru. Bagaimana kalau suatu hari kotak pensil Aulia yang tertinggal lalu hilang, pasti Aulia kecewa kan?”

“Iya, Bu. “ jawab Aulia. “Ibu tidak marah kan?” tanya Aulia.

Ibu lalu tersenyum. “Ibu tidak marah. Tapi jangan diulangi lagi ya, Sayang. Jangan mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga (H.R. Muslim).” jawab Ibu.

“Aulia tidak akan mengulanginya lagi, Bu. Besok akan Aulia titipkan kotak pensil ini ke ibu guru.” kata Aulia tersenyum.

Keesokan harinya setelah menitipkan kotak pensil itu kepada ibu guru, Aulia merasa lega dan bahagia.

Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.” (H.R. Muslim)

Iklan

6 pemikiran pada “Kejujuran Membawa Kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s