Akhirnya Lampunya Menyala

Masih seputar banjir Manado dan pemadaman listrik, akhirnya lampu menyala. Lampu listrik sudah menyala? Bukan he he, maksud saya adalah lampu darurat berbahan bakar minyak makan. Masih banyaknya rumah yang merasakan pemadaman listrik berakibat pada kelangkaan lilin. Setidaknya itulah yang sempat dirasakan keluarga saya. Beruntung saat banjir hari pertama kami masih punya stok beberapa batang lilin.Malam kedua tanpa penerangan listrik saya dan suami mulai memikirkan bagaimana bila malam berikutnya listrik belum juga menyala. Lilin hanya tersisa dua batang sementara lampu emergency kami cepat sekali redup. Akhirnya saya mencoba membuat lampu darurat dengan bahan bakar minyak makan. Di Bandar Lampung saya pernah melihat lampu macam ini digunakan di sebuah rumah makan, namun tujuannya untuk menghalau lalat agar tidak hinggap di makanan. Saya menggunakan toples kecil bekas makanan bayi yang dulu saya dapat dari sebuah maskapai penerbangan. Untuk sumbunya saya menggunting sebuah kain alas ompol yang jarang dipakai. Saya pikir dengan menggunakan kain itu, sumbunya akan tahan lama. Saat saya nyalakan apinya, ternyata yang ada hanya kain yang habis terbakar.

Akhirnya berbekal link website dari seorang teman, saya mencoba lagi membuat lampu minyak makan yang sedikit dimodifikasi. Alih-alih melubangi tutup toplesnya, saya menggunakan guntingan wadah alumunium foil yang disini biasa digunakan untuk wadah klappetart. Untuk sumbunya saya menggunakan kertas tisu yang dipilin. Alumunium foilnya saya lubangi, saya sisipkan kertas tisu, dan saya letakkan di dalam toples yang sudah diisi minyak makan. Saat sumbu sudah menyerap minyak, barulah apinya saya nyalakan. Alhamdulillah, percobaan membuat lampu darurat berhasil. Total ada lima lampu yang saya buat dengan menggunakan wadah toples dan gelas kecil. Lampu minyak makan ini cukup aman digunakan dan nyala apinya kurang lebih sama dengan lilin. Hari berikutnya wadah yang sudah hampir kosong saya isi dengan minyak bekas menggoreng alias minyak jelantah, tentu saja supaya lebih hemat.

Tulisan ini saya buat semalam, di malam keempat pemadaman listrik. Alhamdulillah sore ini listrik sudah menyala kembali. Semoga dengan normalnya aliran listrik, pemulihan paska banjir lebih lancar terlaksana. Aamiin…

Sumber:
http://fahrul-blog.blogspot.com

Iklan

2 pemikiran pada “Akhirnya Lampunya Menyala

  1. idenya luar biasa Mbak. jadi inget jaman kecil waktu tinggal dengan nenek. tapi minyaknya pake minyak tanah. sekarang minyak tanah harganya lebih mahal dari lilin. barutahu kalau pakai minyak goreng bisa digunakan. btw, tinggal di menado ya Mbak? salam kenal

    • iya mak, untungnya inget pas makan di warung ayam Lamongan dulu, di mejanya ada lampu minyak makan untuk ngusir lalat, bener-bener udah cemas karena ga nemu lilin, kalau lampu minyak tanah aku agak takut karena lebih cepat nyamber apinya, iya nih sedang merantau di Manado, makasi sudah mampir mak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s