Catatan Paska Banjir

Apa yang terjadi jika tempat tinggal teman-teman diguyur hujan nyaris terus-menerus selama dua hari? Tetap amankah? Akan banjirkah? Selasa 14 Januari lalu kota tempat saya merantau saat ini yaitu Manado diguyur hujan semalaman. Hari berikutnya, seharian hujan turun dengan deras disertai angin kencang. Begitu pula malam harinya. Dan yang dikhawatirkan semua warga Manado terjadilah, banjirpun melanda meski belum genap satu tahun setelah banjir tahun lalu.

Menurut media online, nyaris seluruh kecamatan di Manado terkena banjir. Alhamdulillah tempat tinggal saya aman dari banjir, meski kantor Walikota Manado yang hanya berjarak kira-kira 15 menit jauhnya dari rumah saya terendam air. Lapangan Sparta Tikala di depannya sudah pasti tidak luput dari terjangan banjir. Di akhir pekan sesekali saya mengelilingi lapangan itu sambil menikmati sinar matahari pagi. Lapangan itu bukan hanya sekedar tempat warga sekitarnya berolahraga, namun juga dimanfaatkan untuk mengais rezeki. Pedagang bubur kacang hijau, bakso tusuk, dan pedagang lainnya untuk sementara tidak bisa berjualan di sana. Dan bagaimana nasib nenek tua penjual nasi kuning yang pernah saya temui di lapangan itu? Semoga ia baik-baik saja.

Walau rumah dan keluarga saya aman, banjir ini bukannya tidak berdampak pada kehidupan keluarga kami dan juga tentunya tetangga sekitar. Sampai malam ini listrik masih padam. Sudah 54 jam kami hidup tanpa aliran listrik. Padamnya listrik berarti kami tidak bisa menggunakan pompa air dan harus menimba, stok makanan di kulkas terancam rusak, peralatan elektronik seperti magic com dan dispenser tidak bisa digunakan, jalanan gelap gulita. Untungnya ada beberapa tetangga yang aliran listriknya sudah menyala walau baru satu dua rumah. Tetanggapun ada yang berbaik hati menawarkan untuk mampir ke rumah untuk mengecharge handphone atau lampu emergency. Repot? Tentu saja hidup tanpa listrik luar biasa repot bagi saya yang punya anak balita. Namun saya berkali-kali berusaha mengingatkan diri saya bahwa kondisi saya masih jauh lebih baik ketimbang korban banjir yang harus mengungsi atau bahkan kehilangan rumah dan anggota keluarga.

Dampak lain dari banjir ini, warung di sekitar rumah banyak yang tutup. Menurut suami saya, salah satu mini market terdekat seperti habis dijarah karena banyak rak-rak kosong karena barang dagangan habis diborong. Tukang sayur keliling tidak lewat. Mini market lain dan pasar tempel yang sering kami kunjungi bahkan sempat terendam banjir cukup parah.

Sejak berita tentang banjir bandang Manado tersebar, banyak keluarga, kerabat dan teman yang menanyakan kabar. Orang tua tentu saja khawatir. Rata-rata berkomentar betapa menyeramkannya melihat video banjir Manado di televisi, seperti tsunami Aceh. Sayangnya saya sendiri tidak bisa menonton berita di televisi karena listrik padam. Hanya sesekali saya membaca berita di media online saat handphone masih bisa digunakan. Foto-foto kondisi kota yang terkena banjir memang mencengangkan. Belum lagi berita soal longsor yang menyebabkan jalur transportasi terputus. Malam ini di radio saya mendengar kekhawatiran warga Tomohon akan langka dan mahalnya bahan bakar di sana akibat jalur terputus.

Sore tadi langit mulai mendung lagi setelah seharian cerah. Namun malam ini sepertinya hujan tidak akan turun. Saya hanya bisa berdoa semoga cuaca segera membaik, semoga listrik segera menyala, banjir cepat surut, tidak ada banjir susulan, tidak ada longsor lagi, jalur transportasi cepat pulih, stok bahan makanan dan bahan bakar aman. Semoga saya dan keluarga selalu sehat, dan semoga korban banjir juga seluruh warga Manado diberi kekuatan untuk bangkit setelah bencana menerpa.

Iklan

3 pemikiran pada “Catatan Paska Banjir

  1. Aku dulu ngalamin yg gempa Jogja 2006. Nggak ada listrik seminggu, jadi ngungsi ke orangtua. Pulang2 rumah udah bau busuk karena semua basi. Kadang kita tertegun, bencana yang biasanya hanya kita tonton di TV ternyata bisa kita alami juga. Allahu akbar. Semoga segera pulih ya mak. Jaga kesehatan, santai aja, jangan diforsir atau terlalu dipikirkan.

  2. Ping balik: Persiapan Mudik Bersama Rayyaan | Another Scribble Note

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s